Iklan
Pembebasan pajak properti adalah sebuah keuntungan yang dapat memberikan keringanan finansial yang signifikan bagi banyak orang.
Oleh karena itu, memahami aturan dan prosedur untuk mengajukan pengecualian ini sangat penting untuk mendapatkan diskon ini dan mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Teruslah membaca dan temukan cara untuk mencapainya!
Lihat juga:
Apa itu IPTU?

Pajak properti (IPTU) adalah pajak yang wajib dibayar oleh semua pemilik properti di daerah perkotaan kepada pemerintah kota. Pajak ini bersifat wajib dan didasarkan pada properti dan tanah yang terletak di wilayah perkotaan. Pembayaran dilakukan setiap tahun dan wajib, dengan kemungkinan pembayaran cicilan sepanjang tahun.
Besaran IPTU (Pajak Properti) dihitung berdasarkan nilai taksiran properti, yang ditentukan oleh pemerintah kota setempat, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti lokasi, luas bangunan, standar konstruksi, dan aspek-aspek lain yang pada akhirnya memengaruhi nilai pasar properti.
Pajak ini merupakan tanggung jawab pemilik properti, tetapi dalam beberapa kasus, seperti dalam perjanjian sewa, penyewa mungkin bertanggung jawab atas pembayarannya, sesuai dengan klausul yang ditetapkan dalam kontrak. Kegagalan membayar IPTU (Pajak Properti) dapat mengakibatkan denda, bunga, dan bahkan penyitaan properti karena tunggakan pajak.
Oleh karena itu, sangat penting bagi pemilik atau pihak yang bertanggung jawab atas pembayaran untuk memperhatikan tanggal jatuh tempo dan melanjutkan penagihan pajak kota wajib ini dengan benar.
Pengecualian atau Kekebalan Pajak Properti
Perbedaan antara pembebasan dan kekebalan dari IPTU (Pajak Properti) terletak pada kenyataan bahwa kekebalan adalah ketentuan konstitusional yang membebaskan lembaga-lembaga tertentu dari pembayaran pajak tersebut.
Pengecualian diberikan berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan kota.
Beberapa lembaga, seperti organisasi pelayanan sosial dan badan administrasi publik, dikecualikan dari pajak properti (IPTU).
Namun, pengecualian tersebut dapat diterapkan pada properti yang dibangun terutama untuk perumahan berstandar rendah atau menengah, asalkan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan kota.
Siapa yang berhak mendapatkan pengecualian IPTU?
Untuk mengajukan pembebasan IPTU (Pajak Properti), perlu memenuhi serangkaian persyaratan khusus, yang dapat berbeda-beda sesuai dengan peraturan perundang-undangan masing-masing kotamadya.
Secara umum, persyaratannya mungkin sebagai berikut:
- Menjadi pensiunan, pensiunan atau untuk menerima penghasilan bulanan seumur hidup;
- Mengalami penyakit kronis serius atau kecacatan.
- Orang berpenghasilan rendah.
- Hanya memiliki satu properti di kota tempat Anda mengajukan permohonan pembebasan pajak;
- Untuk menggunakan properti tersebut sebagai tempat tinggal pribadi;
- Lampirkan bukti pendapatan dan dokumen kepemilikan properti.
Bagaimana cara saya mengajukan pengecualian IPTU?

Berikut panduan untuk membantu dan menyederhanakan prosesnya:
Akses Sistem:
Pertama, Periksa apakah manfaat tersebut tersedia di kota Anda dan apakah Anda memenuhi persyaratan yang diperlukan. Sebaiknya Anda memastikan hal ini di situs web gov.br atau bahkan dengan menghubungi balai kota.
- Akses Sistem Pengecualian Pensiunan (SIIA) jika Anda seorang pensiunan dan isi aplikasi elektronik. Gunakan gov.br jika Anda adalah individu berpenghasilan rendah. Dan dalam kasus penyakit kronis, sertifikat dan laporan medis diperlukan.
Dokumen yang Diperlukan:
- Siapkan dokumen-dokumen berikut dalam format digital (ukuran maksimal 3 MB per dokumen):
- Bukti status pendaftaran di CPF (Daftar Wajib Pajak Perorangan Brasil);
- Permohonan Pengembalian Pajak Penghasilan;
- Surat keterangan dari INSS (Lembaga Jaminan Sosial Nasional Brasil) atau lembaga jaminan sosial lainnya;
- Dokumen yang membuktikan kepemilikan properti;
- Denah lantai atau sketsa properti.
Batas Waktu Pengajuan Aplikasi:
3. Permohonan harus diajukan paling lambat hari kerja terakhir tahun fiskal di mana peristiwa yang menimbulkan kewajiban pajak terjadi.
Hasil dan Pemrosesan:
4. Hasil permohonan tersebut (kemungkinan) akan dipublikasikan di Lembaran Resmi Kota São Paulo; mohon konfirmasi kapan permohonan tersebut diproses. Jika diterima, pembebasan pajak dapat bersifat sebagian atau seluruhnya. Jika terjadi ketidaksepakatan, permohonan pembebasan pajak dapat diajukan melalui proses administratif.
Melayani:
5. Layanan tatap muka tersedia dengan perjanjian terlebih dahulu di berbagai kantor pemerintah kota. Layanan jarak jauh juga tersedia melalui Portal SP 156.
Kesimpulan
Pembebasan pajak properti dapat memberikan penghematan yang signifikan bagi banyak keluarga, terutama mereka yang berada dalam situasi kerentanan finansial.
Memahami kriteria dan prosedur untuk mengajukan pengecualian ini sangat penting untuk mendapatkan manfaat ini dan meringankan pengeluaran rumah tangga.
Pastikan untuk memeriksa peraturan kota dan mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan untuk mengajukan pembebasan pajak properti dalam batas waktu yang ditetapkan oleh balai kota!
Temukan juga cara memperbesar ukuran font di WhatsApp: Di SiniAda pertanyaan? Silakan tinggalkan di kolom komentar di bawah!